Madu merupakan obat paling manjur untuk berbagai penyakit, khususnya penyakit rohani. Terbukti dengan meminum madu dua sendok sehari, pagi dan sore, dapat mencegah berbagai macam penyakit juga dapat melancarkan aliran darah.
Sebaliknya juga bereaksi positif bagi kesehatan tubuh secara umum. Disamping madu itu mengandung berbagai bahan bermutu secara kesehatan, ia juga dapat mengatasi kulit kering. Disaat yang sama, ia juga dapat mencegah terjadinya keriput pada kulit wanita.[1]
Doktor Fauzi Al-Faisyawi juga mengatakan: ”Para pakar tata rias wajah berpendapat bahwa hasil olahan madu lebih baik daripada berbagai bahan kosmetik. Ia juga memutihkan sekaligus menghaluskan serta menambah kesegaran dan kelembutannya, disamping itu menghilangkan keriput dan menjaganya dari mikroba. Madu juga memiliki khasiat yang menakjubkan karena dapat meresap cepat kedalam kulit. Madu juga bermanfaat mensuplai gizi keserat-serat otot di bawah kulit melalui glikogen. Karena kelebihan madu yang merupakan benda cair, madu dapat diserap oleh kulit. Dengan demikian, ia dapat melembabkan kulit dan mengawetkannya.”[2]
Kalangan medis menyatakan: ”Sesungguhnya wanita dapat memanfaatkan madu untuk memelihara kesehatan wajahnya, dengan mencampurkan madu dan asam lalu mengoleskannya sebentar saja itu sudah dapat memelihara kesegarannya dan mencegah terjadinya keriput”.[3]
Hindun seorang ahli gizi dan nutrisi menyatakan: ”Tidak diragukan lagi bahwa madu tawon asli memiliki banyak manfaat bagi tubuh”
Dan dalam AlQur’an juga menjelaskan hal tersebut dalam An-Nahl : 69,
“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
Dan Rasulullah bersabda :
“Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu: dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang umatku melakukan pengobatan dengan besi panas.”[4]
———————————
[1] Iqra 977
[2] Al-Majallah Al-Arabiyyah 190
[3] “Doktermu” edisi September 1992M
[4] HR AlBukhari no.5681/Fathul Baari X/137. Lihat bab “beberapa manfaat madu”. Zaadul Ma’aad IV/50-62 dan juga ath-Thibbu Kitaab was Sunnah, karya al’Alamah muwafaquddin ‘Abdul Lathif al-Baghdadi hal 129-136