Mungkin kita sering mendengar ucapan seperti ini,” Kamu sudah berubah, sudah lebih peka terhadap sekeliling tidak seperti !”. Atau ungkapan orang-orang tua kita yang mengatakan,” Dulu, ketika Bapak mau bertemu Ibumu di rumahnya, paling banter sampe jam 8 malam, itupun Kakekmu menunggu di ruangan sebelah.”
Ungkapan seperti di atas pasti sudah akrab di telinga kita.
Zaman terus berubah seiring dengan segala pernak-perniknya. Tentu saja kita perlu melakukan menyesuaikan diri agar kita bisa tetap eksis dan berkiprah. Cuma masalahnya adalah sikap dan langkah seperti apa yang perlu kita buat dan apa yang mesti kita tinggalkan. Berusaha memaksimalkan potensi diri dan peran untuk kemaslahatan ummat tentunya perubahan yang perlu kita lakukan, sedangkan ikut-ikutan trend yang pada prinsipnya hanya untuk bersenang-senang dan hedonisme tentunya harus ditinggalkan.
Jadi berubah, adalah suatu yang fitrah tetapi dalam koridor Dalam Upaya Menjadi Lebih Baik. Rasulallah SAW bersabda,” Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung dan barang siapa hari ini adalah sama seperti hari kemarin, maka itulah orang yang merugi.”
Hanya satu yang tidak boleh berubah, yaitu sikap penghambaan kita kepada Sang Maha pencipta..
: Jazakkaloh Mas Yossie.