<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Teguh Fitriono &#187; artikel</title>
	<atom:link href="http://fitriono.wordpress.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fitriono.wordpress.com</link>
	<description>learn to write. . .</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2009 07:28:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fitriono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9ccc61a9b8f2301db9d68c44c2716853?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Teguh Fitriono &#187; artikel</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fitriono.wordpress.com/osd.xml" title="Teguh Fitriono" />
		<item>
		<title>Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005&#8230;just to share</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/05/10/naskah-pidato-steve-jobs-ceo-apple-computer-dan-studio-animasi-pixar-dalam-acara-pelepasan-mahasiswa-stanford-12-juni-2005just-to-share/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/05/10/naskah-pidato-steve-jobs-ceo-apple-computer-dan-studio-animasi-pixar-dalam-acara-pelepasan-mahasiswa-stanford-12-juni-2005just-to-share/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 03:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di
salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah.
Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam
upacara wisuda. Hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam
kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.
1. Cerita Pertama adalah mengenai &#8216;Rangkaian Titik-titik&#8217; .

Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=28&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di<br />
salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah.<br />
Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam<br />
upacara wisuda. Hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam<br />
kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.</p>
<p><strong>1. Cerita Pertama adalah mengenai &#8216;Rangkaian Titik-titik&#8217; .<br />
</strong><br />
Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah<br />
mahasiswi belia yang hamil karena &#8216;kecelakaan&#8217; dan memberikan<br />
saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya<br />
harus diadopsi oleh keluarga sarjana. Maka saya pun diperjanjikan<br />
untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan<br />
istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran<br />
karena ingin bayi perempuan.</p>
<p>Orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya,<br />
mendapatkan telepon larut malam dari seseorang, &#8220;Kami punya bayi<br />
laki-laki yang batal dipungut; apakah anda berminat? Mereka<br />
menjawab, &#8220;Tentu saja.&#8221; Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa<br />
ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya<br />
bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian<br />
adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah<br />
orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan<br />
tinggi.</p>
<p>Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan<br />
naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya<br />
dengan Stanford. Sehingga seluruh tabungan orang tua saya &#8211; yang<br />
hanya pegawai rendahan habis untuk biaya kuliah.</p>
<p>Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu<br />
apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah<br />
akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan<br />
seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup<br />
mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa<br />
itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya<br />
menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.</p>
<p>Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak<br />
saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-<br />
masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos<br />
sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya<br />
mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen<br />
untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap<br />
minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare<br />
Krishna . Saya menikmatinya.</p>
<p>Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin<br />
tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri anda<br />
satu contoh: Reed  College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di<br />
AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster,<br />
label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena<br />
sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya<br />
memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya.</p>
<p>Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi<br />
spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat.<br />
Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan<br />
seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. </span><span style="font-family:&quot;">Sangat menakjubkan.<br />
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan<br />
saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain<br />
komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat.</p>
<p>Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya<br />
saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan<br />
memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan<br />
proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada<br />
PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak<br />
berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki<br />
tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita<br />
seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun<br />
kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.</p>
<p>&#8216;Sekali lagi, anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke<br />
depan; anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke<br />
belakang&#8217;.</p>
<p>Jadi, anda harus percaya bahwa titik-titik anda bagaimana pun akan<br />
terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,<br />
takdir, jalan hidup, karma anda, atau apapun istilah lainnya.<br />
Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam<br />
kehidupan saya.<br />
~~~</p>
<p><strong>2. Cerita kedua saya adalah mengenai &#8216;Cinta dan Kehilangan&#8217;.<br />
</strong><br />
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya<br />
mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami<br />
bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua<br />
menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan<br />
produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak<br />
usia 30. Dan saya dipecat.</p>
<p>Bagaimana mungkin anda dipecat oleh perusahaan yang anda dirikan? Yah, itulah<br />
yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir<br />
sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun<br />
pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami<br />
mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak<br />
padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana.<br />
Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh<br />
menyakitkan.</p>
<p>Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.<br />
Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya, saya<br />
gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan<br />
meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan<br />
bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley . Namun, sedikit demi sedikit<br />
semangat timbul kembali, saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi<br />
di Apple sedikitpun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap<br />
cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.</p>
<p>Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa<br />
dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat<br />
sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala<br />
sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling<br />
kreatif dalam hidup saya.</p>
<p>Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu<br />
Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya.<br />
Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer<br />
pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di<br />
dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan<br />
saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi<br />
jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga<br />
yang luar biasa.</p>
<p>Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.<br />
Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya.</p>
<p>Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala anda. Jangan kehilangan<br />
kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha<br />
adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa<br />
yang anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup anda.</p>
<p>Pekerjaan anda akan menghabiskan sebagian besar hidup anda, dan kepuasan sejati<br />
hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan anda hanya bisa<br />
hebat bila mengerjakan apa yang anda sukai. </span><span style="font-family:&quot;">Bila anda belum menemukannya,<br />
teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati anda akan mengatakan bila anda telah<br />
menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama<br />
semakin mesra anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan<br />
berhenti.</p>
<p><strong>3. Cerita Ketiga Saya adalah mengenai &#8216;Kematian&#8217;.<br />
</strong><br />
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: &#8220;Bila<br />
kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu<br />
hari kamu akan benar.&#8221; Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat<br />
itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan<br />
bertanya kepada diri sendiri: &#8220;Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya<br />
tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?&#8221; Bila jawabannya selalu<br />
&#8220;tidak&#8221; dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.</p>
<p>Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan<br />
untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu &#8211; semua<br />
harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal &#8211; tidak lagi bermanfaat<br />
saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian<br />
adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa<br />
anda akan kehilangan sesuatu. </span><span style="font-family:&quot;">Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak<br />
ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati anda.</p>
<p>Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan<br />
pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas.<br />
Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya<br />
bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya<br />
tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan<br />
membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap<br />
mati. Artinya, anda harus menyampaikan kepada anak anda dalam beberapa menit<br />
segala hal yang anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya,<br />
memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga anda. Artinya, anda<br />
harus mengucapkan selamat tinggal.</p>
<p>Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam<br />
harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung,<br />
memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya<br />
dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat<br />
selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya<br />
adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi.<br />
Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.</p>
<p>Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga<br />
beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa<br />
katakan dengan yakin kepada anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah<br />
hal yang berguna.</p>
<p>Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak<br />
ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita.<br />
Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian<br />
adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya<br />
maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. </span><span style="font-family:&quot;">Maaf bila terlalu dramatis<br />
menyampaikannya, namun memang begitu.</p>
<p>Waktu anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain.<br />
Jangan terperangkap dengan dogma -yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran<br />
orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan anda sehingga tidak<br />
mendengar kata hati anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk<br />
mengikuti kata hati dan intuisi anda, maka anda pun akan sampai pada apa yang<br />
anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.</p>
<p>Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama &#8220;The Whole Earth<br />
Catalog&#8221;, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu<br />
diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini<br />
di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya.<br />
Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi<br />
semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti<br />
Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google.</p>
<p>Isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan<br />
timnya sempat menerbitkan beberapa edisi &#8220;The Whole Earth Catalog&#8221;, dan ketika<br />
mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan<br />
1970-an dan saya masih seusia anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada<br />
satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin anda lalui jika suka<br />
bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: &#8220;Stay Hungry. Stay Foolish.&#8221; (Tetaplah<br />
Lapar. Selalu Merasa Bodoh).</p>
<p>Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay<br />
Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena anda<br />
akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan anda juga begitu.</p>
<p></span><span style="font-family:&quot;">Stay Hungry. Stay Foolish.<br />
Terima kasih semuanya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=28&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/05/10/naskah-pidato-steve-jobs-ceo-apple-computer-dan-studio-animasi-pixar-dalam-acara-pelepasan-mahasiswa-stanford-12-juni-2005just-to-share/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesabaran Berujung Kenikmatan</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/18/kesabaran-berujung-kenikmatan/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/18/kesabaran-berujung-kenikmatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 08:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/02/18/kesabaran-berujung-kenikmatan/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=8&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="blog_text3">Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.</p>
<p>Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya menejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.</p>
<p><span></span>Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya di atas ranjangnya. Dr.Khalid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanalloh, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.</p>
<p>”Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat-sehat saja. Saya berdo’a kepada Alloh Subhanahu wata’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk do’amu. Sesunggunya saudaraku mungikn saat iniAlloh tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Alloh menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.”</p>
<p>Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.</p>
<p>Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Shallallohu A’laihi Wassallam : ” Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)</p>
<p>Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Pemuda itu menjawab,”Sungguh saya amat malu kepadaAlloh untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bagi Alloh, aku bersyukur. Namun, apabila Alloh tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Alloh Maha Tau yang terbaik untukku.</p>
<p>Allohu Akbar, betapa kalimat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh program magisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembali dan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”</p>
<p>Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senagng sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.</p>
<p>Pemuda itu dengan spontan menyampaikan kabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanalloh ” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.</p>
<p>Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupkan kembali menjadi manusia yang utuh.</p>
<p>Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hapannya membuatnya terpana. Ia tak mampu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallohi (DemiAlloh -red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalan kembali dengan normal dan segar bugar. Allohu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan keajaiban.</p>
<p>Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Alloh berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.</p>
<p>Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid.</p>
<p>Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanalloh, ia telah menjadi seorang mayor!</p>
<p>Dr.Khalid kembali meneteskan air matanya. Ia berdo’a kepada Alloh agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam. Sungguh Alloh Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.</p>
<p>(Ummu Faros, dari penjagaan Alloh kepada hamba-hambaNya yang shalih; Khalid Abu Shalih )<br />
<b>[Sumber: Majalah Elfata, Volume 07 2007, Kasih sayang di Bulan Suro.]</b></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=8&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/18/kesabaran-berujung-kenikmatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Seven Habits of Successful Networkers</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/26/the-seven-habits-of-successful-networkers/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/26/the-seven-habits-of-successful-networkers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 04:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/01/26/the-seven-habits-of-successful-networkers/</guid>
		<description><![CDATA[You guys should familiar with 7 habits&#8217;s Stephen Covey which inspiring many people on earth. I just found the PDF file from cisco networkers 2005 presented by Accenture with the title &#8220;The Seven Habits of Successful Networkers&#8221;.
• Be Proactive
It&#8217;s similar with 7 habits&#8217;s Stephen Covey, networkers should prepare to react on the new big technology.
• [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=5&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>You guys should familiar with 7 habits&#8217;s Stephen Covey which inspiring many people on earth. I just found the PDF file from cisco networkers 2005 presented by Accenture with the title &#8220;The Seven Habits of Successful Networkers&#8221;.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">• Be Proactive</span><br />
It&#8217;s similar with 7 habits&#8217;s Stephen Covey, networkers should prepare to react on the new big technology.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">• Be Bold</span><br />
It is not time for timid thinking and Do you have the right partners?</p>
<p><span style="font-weight:bold;">• Be an Effective Businessman</span><br />
Run a network like businessman and align with business strategy</p>
<p><span style="font-weight:bold;">• Learn from Others</span><br />
Be aware of what is essential now and what is next</p>
<p><span style="font-weight:bold;">• Communicate Your Plan</span><br />
Network can be like electricity, executives only hear about it when it is not working</p>
<p><span style="font-weight:bold;">• Challenge Your Thinking</span><br />
The path to successful project delivery is not always straight</p>
<p><span style="font-weight:bold;">• Execute Ruthlessly</span><br />
The path to successful network delivery is merciless</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=5&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/26/the-seven-habits-of-successful-networkers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Dari LuSi</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/25/pelajaran-dari-lusi/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/25/pelajaran-dari-lusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 03:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/01/25/pelajaran-dari-lusi/</guid>
		<description><![CDATA[pertamina.com
Bulan Oktober 2006 lalu, saya diundang dan sekaligus diminta oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) untuk menjadi moderator dalam diskusi ilmiah yang membahas masalah semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, atau lebih dikenal sebagai Lusi, berkaitan dengan pemboran eksplorasi sumur Banjar Panji (BJP) — 1.
Temu ilmiah yang digelar bertepatan dengan bulan puasa dan merupakan hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=4&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>pertamina.com</p>
<p>Bulan Oktober 2006 lalu, saya diundang dan sekaligus diminta oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) untuk menjadi moderator dalam diskusi ilmiah yang membahas masalah semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, atau lebih dikenal sebagai <i>Lusi</i>, berkaitan dengan pemboran eksplorasi sumur Banjar Panji (BJP) — 1.</p>
<p>Temu ilmiah yang digelar bertepatan dengan bulan puasa dan merupakan hari keseratus tiga puluh lima (135) terjadinya musibah semburan lumpur yang tidak terkendali itu, diadakan dalam rangka menjawab berbagai pertanyaan yang beredar di masyarakat, khususnya berkaitan dengan penyebab dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk mengendalikan terjadinya bencana yang lebih dasyat akibat semburan lumpur Sidoarjo ini.</p>
<p>Hadir beberapa pakar kebumian dan ahli teknik pemboran sebagai narasumber, antara lain Dr. Edy Sunardi (ahli geologi, IAGI) , Bambang P. Istadi MSc (ahli geologi dan operasi pemboran dari Lapindo Brantas), serta Dr. Ing. Rudy Rubiandini (ahli teknik pemboran ITB), disamping para praktisi dan ahli kebumian lainnya yang hadir sebagai peserta temu ilmiah tersebut.</p>
<p>Diskusi berjalan cukup seru, mengingat banyak sekali argumen yang berbeda, dalam menyikapi munculnya semburan liar, berupa lumpur panas tersebut, dengan debit yang sangat besar, dimana saat itu telah mencapai 120 ribu M3 perhari. Alotnya diskusi bisa difahami, mengingat materi yang dibahas adalah kondisi bawah permukaan, sehingga banyaknya pemikiran dan ide yang berbeda tentang penyebab dan cara penanggulangan-nya, sangat memungkinkan terjadi, tergan-tung dari data dan perspektif yang diguna-kan saat itu. Namun demikian, paling tidak, ada empat pemikiran atau hipotesa yang dapat diterima secara ilmiah, untuk men-jelaskan fenomena yang baru pertama terjadi di negeri kita ini.</p>
<p align="'\"><b>Sekilas Proses Pemboran Sumur Eksplorasi BJP-1</b></p>
<p>Sumur BJP-1 mulai ditajak tanggal 8 Maret 2006 dan telah melewati beberapa kedalaman trayek pemboran dengan pema-sangan selubung (<i>casing</i>), mulai dari selubung 20” pada kedalaman 1,195 Ft, selubung 16” di 2,304 Ft, dan selubung 13 3/8” dipasang pada kedalaman 3,595 Ft.</p>
<p>Pada tanggal 27 Mei 2006, memasuki pemboran trayek lubang 12 º” pada kedalam-an 9,297 Ft terjadi ”<i>loss circulation”</i> sekitar pukul 11.00 WIB, siang hari. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemboran sudah menembus <i>porous reservoir</i>, yang mengaki-batkan lumpur pemboran, yang berfungsi sebagai penahan tekanan dari formasi dan juga sebagai pelumas dan juga sebagai media pengangkat serbuk pemboran (<i>cuttings</i>), hilang masuk dalam formasi. Terjadinya peristiwa <i>loss circulation</i> ini juga bertepatan dengan musibah gempa Yogyakarta dengan kekuatan 6.5 skala Richter, yang terjadi pada pagi harinya, sekitar pukul 05.50 Wib, yang efeknya juga terasa sampai daerah Jawa Timur.</p>
<p>Sesuai SOP, untuk mengatasi masalah <i>loss circulation</i> ini, biasanya dilakukan penanggulangan dengan memasukan material penyumbat (<i>loss circulation material</i>) yang selalu tersedia di lapangan. Setelah masalah <i>loss circulation</i> teratasi, dan lubang dalam kondisi stabil, kemudian rangkaian pipa pemboran dicabut, untuk rencana selanjutnya melakukan penyumbatan pada daerah formasi yang<i> porous</i> dengan semen. Namun proses pencabutan rangkaian pipa bor baru sampai kedalaman 4,241 Ft, terjadi aliran balik (<i>kick</i>), yang dapat mengakibat-kan bahaya<i> blow out</i>, apabila terlambat diatasi dan diikuti dengan keluarnya gas hidrokarbon yang tidak terkendali. Makanya untuk pencegahan kondisi tersebut, dilakukan penutupan BOP (<i>Blow Out Preventer</i>).</p>
<p>Setelah kondisi sumur teratasi, langkah kemudian adalah melanjutkan pencabutan rangkaian pipa bor. Namun sebelum langkah itu dilakukan, rangkaian pipa dalam kondisi terjepit, tidak dapat digerakan. Kondisi seperti ini biasa terjadi, karena pada saat terjadi <i>loss circulation</i>, stabilitas dinding lubang pemboran terganggu, tidak ada yang menahan, sehingga menyebabkan formasi <i>collapse </i>atau runtuh.</p>
<p>Kemudian dilakukan usaha untuk membe-baskan jepitan, namun pada tanggal 29 Mei 2006 pagi hari, tiba-tiba ada laporan masya-rakat sekitar yang menginformasikan bahwa telah terjadi semburan lumpur di sekitar radius 150 — 200 meter dari lokasi sumur. Dari peris-tiwa inilah dimulainya bencana semburan liar Lusi.</p>
<p align="'\"><b>Hipotesa Penyebab Semburan Lumpur Sidoarjo</b></p>
<p>Berbagai hipotesa telah disampaikan oleh para pakar kebumian dan ahli teknik pemboran dalam upaya menjelaskan penyebab dari sem-buran Lusi ini, meskipun belum ada kesimpulan yang konklusif. Sejauh ini ada empat hipotesa yang banyak dikemukakan para ahli untuk menerangkan fenomena semburan lumpur tersebut, yaitu : (1) Semburan terjadi akibat pemboran sumur Eksplorasi BJP-1; (2) Sem-buran lumpur berkaitan dengan aktivitas gem-pa bumi; (3) Semburan lumpur berkaitan dengan aktivitas mud volcano (lumpur gunung api purba); dan (4) Semburan lumpur bera-sosiasi dengan adanya aktivitas panas bumi (geothermal).</p>
<p align="'\"><b>Akibat Pemboran Sumur Eksplorasi BJP-1</b></p>
<p>Pendapat ini paling banyak diyakini banyak orang dan sudah sangat tersosialisasi ke masya-rakat, karena memang, secara kasat mata, munculnya semburan lumpur ini berdekatan sekali dengan lokasi pemboran sumur eks-plorasi BJP-1. Menurut hipotesa ini, terjadinya semburan Lusi akibat dari terjadinya <i>loss circulation</i> dan diikuti dengan <i>kick</i>, kemudian dilakukan penanggulangan masalah <i>kick </i>ini dengan menutup BOP. Tekanan yang ditimbul-kan oleh adanya <i>kick</i> ini, dimana terjadi aliran balik dari gas atau fluida ke permukaan, me-nyebabkan terjadinya rekahan-rekahan yang berada di sekitar lokasi pemboran.</p>
<p>Pertanyaannya adalah dari mana datangnya lumpur yang sedemikian besar volumenya ini, dimana pada waktu itu total volume lumpur panas yang keluar melebihi angka 1 juta meter kubik, padahal total volume lumpur pemboran tidak sampai 10 ribu meter kubik.</p>
<p align="'\"><b>Akibat Gempa Bumi di Yogyakarta dan Sekitarnya</b></p>
<p>Gempa yang diakibatkan oleh aktifitas tektonik ini, berupa terjadinya pelepasan energi sangat besar dari masa batuan yang mengalami tekanan, dapat menyebabkan terjadinya pa-tahan dan rekahan dari masa batuan tersebut.</p>
<p>Proses pelepasan energi sepanjang bidang patahan pada batuan akan menghasilkan gelombang yang akan merambat dalam media batuan dan menimbulkan berbagai proses deformasi, yang salah satunya mengakibatkan terjadinya peristiwa likuifaksi, yaitu masa batuan seperti terperas dan fluida yang berada diantara butiran batuan tersebut keluar ber-samaan dengan partikel-partikel tanah yang halus menjadi seperti bubur tanah (<i>liquid</i>)</p>
<p align="'\"><b>Akibat Proses Kegiatan <i>Mud Volcano</i></b></p>
<p>Mud volcano merupakan istilah dalam ilmu geologi yang bersifat <i>genetic</i> (menerangkan proses terjadinya), umumnya digunakan untuk memperlihatkan kenampakan yang menyeru-pai erupsi permukaan dari lumpur dan air atau batu lempung, yang terkadang diikuti dengan keluarnya gas <i>methane</i> (CH4).</p>
<p>Pada umumnya mud volcano ini cenderung untuk membentuk lumpur padatan atau lem-pung di sekitar semburan, yang biasanya mem-bentuk kerucut, kobah (<i>dome</i>), atau <i>conical</i>, akibat tekanan tinggi dan keluar ke permukaan melalui rekahan atau <i>fracture</i>.</p>
<p>Fenomena ini banyak dijumpai di sekitar daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti halnya terjadi di daerah Purwodadi, yang dikenal sebagai <i>Bleduk Kuwu</i> atau yang terjadi juga baru-baru ini di Madura, berupa muncul-nya semburan lumpur panas, yang identik dengan fenomena <i>mud volcano</i>.</p>
<p>Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa semburan lumpur panas tersebut diikuti juga dengan keluarnya gas <i>methane</i> (CH4), yang semakin menguatkan akan hipotesa ini.</p>
<p align="'\"><b>Akibat Adanya Aktivitas Panas Bumi</b></p>
<p>Peranan proses panas bumi atau <i>geothermal</i> merupakan hipotesa keempat, yang merupakan pemikiran dari para ahli kebumiaan dari hasil diskusi ilmiah tersebut. Diperkirakan daerah sekitar lokasi sumur eksplorasi BJP-1 merupa-kan daerah komplek volkanik (gunung api), salah satunya dekat dengan Gunung Welirang, yang dibawah permukaannya terdapat aktifitas magmatis dan merupakan sumber panas bumi.</p>
<p>Adanya reservoir yang terisi air dan menga-lami pemanasan akibat aktifitas magmatis akan menghasilkan sumber panas bumi yang sangat potensial mempunyai tekanan dan temperatur sangat tinggi.</p>
<p>Keberadaan zona sesar atau patahan di sekitar lokasi sumur BJP-1 yang dikenal sebagai <i>Sesar Watukosek</i>, yang ditafsirkan mengalami pengaktifan kembali akibat adanya gempa bumi Yogyakarta, merupakan jalan keluarnya dari fluida panas yang bercampur lumpur ke permukaan.</p>
<p align="'\"><b>Hipotesa Mana yang Lebih Mendekati Kebenaran ?</b></p>
<p>Untuk mencari sebuah jawaban yang lebih akurat maka dibutuhkan studi yang lebih komprehensif, yang dapat mengintegrasikan seluruh data, baik melalui pendekatan geologi regional, maupun hasil dari proses pemboran dan tentunya duduk bersama diantara seluruh bidang keahlian untuk berdiskusi dalam menjawab pertanyaan di sekitar penyebab munculnya fenomena Lusi ini.</p>
<p>Ahli Geologi regional, <i>seismic</i> <i>interpreter</i>, <i>geochemist</i>, <i>sedimentologist, petrologist</i>, <i>volcanolo-gist</i>, <i>drilling engineer</i>, ahli kegempaan dan bidang lainnya diperlukan untuk saling bertukar pikir-an dalam rangka memecahkan permasalahan tersebut.</p>
<p>Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ter-nyata cukup responsif dengan melakukan kerja-sama dan penelitian yang terkait dengan masa-lah ini, seperti BPPT, LIPI dan Badan Geologi Nasional (BGN) dengan mengadakan <i>Interna-tional Geological Workshop</i> yang diadakan pada tanggal 20-21 Februari 2007, bertempat di Ge-dung BPPT, Jakarta Pusat.</p>
<p>Temu ilmiah ini telah menghadirkan Prof. Dr. James Mori (Kyoto University), Dr. Kat-suhiro Fujisaki (The Geo-pollution Control Agency), Prof.Dr. Hisao Kumai dan H. Yama-moto (Osaka City University, Jepang). Tidak ketinggalan para ahli kebumian dan teknik pemboran yang berasal dari asosiasi profesi, lembaga penelitian dan kalangan perguruan tinggi di Indonesia. Dr. Gregorii Akhmanov (Moscow State University) juga hadir mera-maikan workshop bersekala international ini.</p>
<p>Prof. James Mori menyebutkan dua hal, sehubungan dengan terjadinya Lusi, seperti yang disampaikan dalam pidato kuncinya pada tanggal 21 Februari 2007<i> </i>lalu<i> </i>bahwa , ada dua aspek tentang Lusi ini. Aspek pertama ialah <i>cause</i> (penyebab) dan aspek kedua ialah <i>trigger</i> (pemicu). <i>“Lusi is natural cause, so that Lusi is natural disaster. Trigger is difficult, can be earth-quake, can be drilling, can be combination of both. I don’t know”.</i></p>
<p>Demikian pula pembicara dalam <i>technical session</i> lainnya, seperti Prof. Hisao Kumai dan Yamamoto dari Osaka University berpendapat bahwa , <i>“Earthquake is the major trigger on mud volcanism at Sidoarjo, East Java”.</i></p>
<p>Begitu pula Prof. Sukendar Asikin, ahli tektonik dan geologi struktur dari ITB berpendapat bahwa Lusi akibat tektonik, yang pada keesokan paginya dalam <i>Topik Pagi</i> ANTV 22 Februari 2007 dicuplik dengan tema “LUSI berhubungan dengan gejala tektonik”</p>
<p>Meskipun beberapa kali dilakukan temu ilmiah yang mendiskusikan masalah Lusi ini, namun tetap tidak ada kesimpulan akhir yang didapat, karena banyaknya koinsiden atau peristiwa yang berkaitan dengan fenomena ini.</p>
<p>Semua yang hadir di workshop tentu me-nyimak juga pernyataan Dr. Herry Harjono, Deputy LIPI, bahwa ada tiga <i>follow-up workshop</i> ini : (1) Penyebab : biarlah para ahli G&amp;G terus-menerus mencari jawabannya; (2) Susun peta hazard untuk subsidence berda-sarkan data GPS (<i>Global Positioning System</i>) dan <i>remote sensing</i>; (3) Teliti sistem hidrogeologi Lusi untuk mencari jawaban apakah ini <i>trapped water</i> yang bisa habis suatu hari nanti, atau <i>recharge water</i> yang akan terus-menerus terisi, pengetahuan ini akan menentukan apakah Lusi akan berhenti atau malah akan berlangsung terus.</p>
<p>Seperti dalam butir (1) di atas, work-shop sama sekali tak menyimpulkan apa penyebab Lusi ini, apakah <i>drilling</i>, apakah gempa, apakah keduanya. Biarlah para ahli G&amp;G terus mencari jawaban untuk <i>lesson learned</i> ke depan. Sulit memang menentu-kan penyebab ini. Penyebab 100 % karena <i>drilling</i> pun banyak kelemahannya, seperti dalam presentasinya Dr. Doddy Nawang-sidi, (ahli drilling ITB).</p>
<p>Menurut Awang Harun (BP Migas), yang juga sangat intensif melakukan studi berkaitan dengan fenomena Lusi ini ber-pendapat bahwa sebagai seorang <i>geologist</i> yang biasa berhubungan dengan ruang dan waktu, semua kejadian yang bersamaan harus dilihat sebagai kemungkinan peny-ebab. Pemboran sumur Banjar Panji, gempa bumi Yogyakarta, pengaktifan Gunung Se-meru dan Merapi, serta kejadian lainnya. “Saya tidak akan menyingkirkan berbagai kemungkinan tersebut,” demikian ia me-nambahkan.</p>
<p>Setiap orang punya pendapat, dan saya pun punya pendapat yang siap diargumen-tasikan. Tetapi buat apa? Jadi, sekarang ini lebih baik kita memperhatikan dulu yang di permukaan, yang langsung akan berhu-bungan dengan keselamatan hidup manu-sia.•••(<font size="'\">Nanang Abdul Manaf-Direktorat Hulu</font>)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=4&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/25/pelajaran-dari-lusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika tangan dan kaki berbicara &#8211; nice to read</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/21/ketika-tangan-dan-kaki-berbicara-nice-to-read/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/21/ketika-tangan-dan-kaki-berbicara-nice-to-read/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 03:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/01/21/ketika-tangan-dan-kaki-berbicara-nice-to-read/</guid>
		<description><![CDATA[One good article..
Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.
Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA
TaUFIQ ISMAIL
Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, &#8220;Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?&#8221; Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=3&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>One good article..</b></p>
<p>Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.<br />
Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA</p>
<p>TaUFIQ ISMAIL</p>
<p>Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, &#8220;Bang, saya punya sebuah lagu. <span>Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?&#8221; Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.</span></p>
<p><span>Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, &#8221; Chris, maaf ya, macet. Sori.&#8221; Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin.</span></p>
<p><span>Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A&#8217;udzubillahi minasy syaithonirrojim.&#8221;Alyauma nakhtimu &#8216;alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa<br />
tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun&#8221; saya berhenti. Maknanya, &#8220;Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.&#8221; Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!</span></p>
<p><span>Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.</span></p>
<p><span>Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon,&#8221; Chris, alhamdulillah selesai&#8221;. Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.</span></p>
<p><span>Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye ? Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali<br />
menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons<br />
saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.</span></p>
<p><span>Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. &#8220;Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65&#8230;&#8221; kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!</span></p>
<p><span>Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!</span></p>
<p><span>Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.</span></p>
<p>Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.</p>
<p>Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.</p>
<p>* * *</p>
<p>Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. &#8220;Kenapa Bang, kurang?&#8221; Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.</p>
<p>Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. &#8220;Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun &#8216;kan?&#8221;</p>
<p>Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. <span>Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.</span></p>
<p><span>* * *</span></p>
<p><span>Pada subuh hari Jum&#8217;at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #</span></p>
<p><i><span>Ketika Tangan dan Kaki Berkata<br />
Lirik : Taufiq Ismail<br />
Lagu : Chrisye</span></i><span></span></p>
<p><i><span>Akan datang hari mulut dikunci<br />
Kata tak ada lagi<br />
Akan tiba masa tak ada suara<br />
Dari mulut kita</span></i><span></span></p>
<p><i><span>Berkata tangan kita<br />
Tentang apa yang dilakukannya<br />
Berkata kaki kita<br />
Kemana saja dia melangkahnya<br />
Tidak tahu kita bila harinya<br />
Tanggung jawab tiba</span></i><span></span></p>
<p><i><span>Rabbana<br />
Tangan kami<br />
Kaki kami<br />
Mulut kami<br />
Mata hati kami<br />
Luruskanlah<br />
Kukuhkanlah<br />
Di jalan cahaya&#8230;. </span>sempurna</i></p>
<p>Mohon karunia<br />
Kepada kami<br />
HambaMu yang hina<br />
1997</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=3&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/21/ketika-tangan-dan-kaki-berbicara-nice-to-read/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>