<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Teguh Fitriono &#187; Knowledge</title>
	<atom:link href="http://fitriono.wordpress.com/category/knowledge/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fitriono.wordpress.com</link>
	<description>learn to write. . .</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2009 07:28:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fitriono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9ccc61a9b8f2301db9d68c44c2716853?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Teguh Fitriono &#187; Knowledge</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fitriono.wordpress.com/osd.xml" title="Teguh Fitriono" />
		<item>
		<title>Memori akan sebuah Penjajahan</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/memori-akan-sebuah-penjajahan/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/memori-akan-sebuah-penjajahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 01:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/memori-akan-sebuah-penjajahan/</guid>
		<description><![CDATA[       


Oleh; Probo Hindarto


 Penjajahan tidaklah menyenangkan, meskipun bangunan-bangunan itu indah dan sejarah tidak terlupakan, tetap teringat sebuah kondisi bangsa, rakyat dan hak manusia dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga membuat tubuh bangsa ini kering seperti tak bernyawa. Kolonialisme dari sisi kolonial membawa keuntungan ekonomis berlipat ganda, namun dari sisi pribumi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=16&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font color="#000000"><b><font face="Arial" size="2"></font>       </b></font></p>
<table border="0" cellpadding="7" width="100%">
<tr>
<td bgcolor="#ffdfb0" width="100%"><font color="#000000"><b><font face="Arial" size="2">Oleh; Probo Hindarto</font></b></font></td>
</tr>
</table>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2"> Penjajahan tidaklah menyenangkan, meskipun bangunan-bangunan itu indah dan sejarah tidak terlupakan, tetap teringat sebuah kondisi bangsa, rakyat dan hak manusia dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga membuat tubuh bangsa ini kering seperti tak bernyawa. Kolonialisme dari sisi kolonial membawa keuntungan ekonomis berlipat ganda, namun dari sisi pribumi Nusantara, membawa dampak pemiskinan dan perbudakan. Barangkali, dengan itu kita menjadi emosional, bila melihat bangunan-bangunan kolonial itu, menyisakan sebuah rasa iba, yang belum terobati kecuali dengan menata kembali tubuh negeri yang porak-poranda, dan kita tak mampu pula merobohkannya; sebuah memori yang pahit sekaligus patut dikenang. Meski ada pula mereka yang cukup tega, merobohkan sisa-sisa dinding yang menceritakan seribu cerita. </font></p>
<p><font color="#000000"><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/bantamhoutman.jpg" border="0" height="502" width="350" /><br />
<font face="Arial" size="2"><i>Perbudakan, dilegalisasi oleh VOC,             keramah-tamahan sebuah negeri perawan yang disalahgunakan&#8230;<br />
(Sumber; http://www.swaramuslim.com/galery/sejarah/index.php?page=VOC)</i></font></font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2"><i><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/26.JPG" border="0" height="422" width="350" /><br />
Sebuah pawai bangsawan di negeri pribumi</i></font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">Namun dengan mencoba memikirkan             kembali, apakah kita masih bermental &#8216;terjajah&#8217; atau &#8216;merdeka&#8217;,             adalah sebuah keputusan; untuk mengagumi atau melecehkan, mendukung             atau merobohkan, menghadap atau berpaling,&#8230;  </font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2"><i>finally; we have a choice</i>&#8220;</font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">Masih teringat beberapa waktu lalu, dalam       mailing list AMI, sebuah petisi penolakan pembongkaran bangunan Pasar       Johar di Semarang, diikuti oleh ratusan anggota mailing list, yang       didukung oleh ketua IAI Jakarta; Ahmad Djuhara serta berbagai tokoh dari       kalangan arsitektur, dan menarik       perhatian anggota milis lain yang tersebar di pelosok Indonesia, bahkan       terdapat email yang menyertakan beberapa puluh orang yang berkonsensus       untuk menolak rencana pembongkaran pasar Johar. Pasar Johar adalah       contoh nasib sebuah bangunan kolonial di tangan negeri yang ditinggalkan       koloni penjajahnya, membuat kita berjibaku dengan peninggalan-peninggalan       yang megah yang belum mampu lagi kita bangkitkan kejayaannya, karena       intelektual dibalik pembangunan itu, ikut juga bersama perginya si kolonial,       menyisakan puing yang mampu membuat kita terkagum-kagum. </font></p>
<p><i><font color="#000000" face="Arial" size="2"><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/1950b.jpg" border="0" height="208" width="350" /></font></i></p>
<p><i><font color="#000000" face="Arial" size="2"><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/1939.jpg" border="0" height="180" width="350" /><br />
Pasar Johar, Semarang.<br />
Sumber; http://www.semarang.go.id/cms/pemerintahan/dinas/pariwisata/gedung/johar.php</font></i></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">Bangunan-bangunan       tua peninggalan kolonial memang patut disimak, karena keberadaannya       menyiratkan perkembangan desain arsitektur modern di Indonesia. Pada       masa-masa tersebut, para arsitek Belanda banyak membawa pengaruh Eropa di       tanah Indonesia, sehingga keberadaan bangunan-bangunan ini juga memberi       pengaruh besar bagi arsitektur modern saat ini. Salah satu bukti pengaruh       ini adalah bangunan-bangunan terkini kebanyakan mengambil sistem       konstruksi yang biasa digunakan dalam arsitektur dari negeri Belanda.       Selain itu, bangunan-bangunan tua merupakan bagian dari kehidupan       masyarakat dalam kesehariannya, dimana wajah arsitektur kolonial turut       mewarnai sebagian wajah kota, yang menjadi identitas kota. Bangunan-bangunan             saat ini juga banyak yang memakai gaya arsitektur kolonial sebagai             inspirasi dari desain-desain baru, misalnya desain ruko.</font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">Ketika       satu-persatu bangunan-bangunan tua ini roboh, atau sengaja dirobohkan,       kadang-kadang tanpa suara, tanpa cerita, berganti dengan wajah baru yang       terlihat lebih <i>masa kini</i>, pertanyaan-pertanyaan bermunculan; apakah       layak bangunan yang menyimpan sejarah itu dirobohkan? Beberapa alasan       dikemukakan; kota tidak dapat berdiri dengan bangunan yang itu-itu saja,       mempersempit ruang perubahan. Karena itu banyak bangunan tua beralih       fungsi, bahkan dihancurkan. </font></p>
<p><b><font color="#008000" face="Arial" size="2">Sisi       lain yang patut diperhitungkan dari arsitektur Kolonial;<br />
setidaknya kita             tahu mengapa kita mempertahankannya!</font><font color="#000000" face="Arial" size="2"><br />
</font>             </b><font color="#000000" face="Arial" size="2">Selain sisi bangunan sebagai obyek apresiasi dan mengerti lebih       jauh sistem konstruksi yang mendasari sebagian besar sistem konstruksi       bangunan yang ada saat ini, arsitektur kolonial juga menyimpan sebuah       tantangan untuk dipahami secara lebih dalam. Karena ia adalah       representasi dari kehadiran kolonial, yang dari situasi itu terdapat       berbagai metafora yang dapat diambil maknanya, maka keberadaan arsitektur       kolonial yang dilestarikan membawa kemungkinan adanya kesadaran lebih akan       sebuah jatidiri bangsa. </font></p>
<p><font color="#000000"><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/63.JPG" border="0" height="189" width="350" /></font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">Bukan       sebuah jatidiri dimana kita mengekor karya-karya monumental &#8216;nan agung&#8217;       pada jamannya tersebut, namun lebih kepada melihat kembali, sebuah       reposisi akan situasi dimana kita tidak lagi berada dalam kondisi terjajah,       namun dalam kondisi merdeka yang mampu melihat kembali kepada masa silam,       dan dengan itu menentukan masa depan. Karenanya, bila kita dapat menyadari       hal ini, kita dapat memposisikan diri, melihat arsitektur kolonial tidak       hanya sebagai &#8216;<i>architectural delight</i>&#8216;, namun akhirnya menjadi sesuatu yang       bermakna, sebuah simbol. </font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">Simbol       apakah kiranya yang dapat diambil dari arsitektur kolonial, sebuah memori       akan penjajahan? Secara umum, dari perspektif bangsa, masa kolonial       menyimpan rasa duka, rasa terjajah, tidak bebas, diperbudak, dan sisi       gelap sebuah penjajahan. Keberadaannya adalah sebagai &#8216;monumen&#8217;       bangsa penjajah, maka melihat kembali &#8216;monumen&#8217; itu akan mengingatkan kita       pada sebuah masa suram, sebuah &#8216;holocaust&#8217; seperti masa kekejaman NAZI.             Memang tidak sekejam itu, namun dukalara karena lamanya penjajahan             mungkin bisa menjadi pembandingnya, belum pula korban dari si       terjajah. </font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">Untuk       itu, maka keberadaan &#8216;monumen-monumen&#8217; ini menjadi penting untuk mengingatkan       kita,       pada kesadaran, setidaknya adanya &#8216;masa-masa suram&#8217; yang tidak boleh       terjadi lagi dalam kehidupan negeri ini, dengan cara apapun kita berusaha       tidak memperbolehkan adanya kolonialisme. </font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2">***</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=16&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/memori-akan-sebuah-penjajahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/bantamhoutman.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/26.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/1950b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/1939.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/63.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Arsitektur dan Perjalanan Sejarah</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/arsitektur-dan-perjalanan-sejarah/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/arsitektur-dan-perjalanan-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 01:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/arsitektur-dan-perjalanan-sejarah/</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Yulia Eka Putrie
Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas       Islam Negeri (UIN) Malang



                &#8230;dan ketika sebuah bangsa telah lengah,
yang tersisa dari sejarah
hanya dinding-dinding bisu yang berdarah
(anonim)

Dokumentasi arsitektur kolonial di Malang di masa lalu
 Tiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=15&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font color="#000000" face="Arial" size="2"><b>oleh : Yulia Eka Putrie<br />
<font face="Arial" size="2">Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas       Islam Negeri (UIN) Malang</font></b></font></p>
<table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td valign="top">
<blockquote><p>         <i><font color="#800000" size="3">       &#8230;dan ketika sebuah bangsa telah lengah,<br />
yang tersisa dari sejarah<br />
hanya dinding-dinding bisu yang berdarah<br />
(anonim)</font></i></p></blockquote>
<p><font face="Arial" size="2"><i><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/artkhu1.jpg" border="0" height="322" width="350" /><br />
Dokumentasi arsitektur kolonial di Malang di masa lalu</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2"> Tiga baris puisi di atas mengandung pesan yang dalam tentang nilai sejarah bagi sebuah bangsa. Nyatalah bahwa kemampuan untuk menghargai sejarah dan mengambil pelajaran darinya ternyata sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa itu sendiri. Sebuah kalimat yang telah sering kita dengar menyampaikannya lebih singkat, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Di dalam setiap sejarah berkumpul berbagai unsur pembentuknya: manusia, peristiwa, waktu, dan tempat. Keempatnya bersinergi membentuk informasi yang utuh bagi keberlanjutan sebuah sejarah. Walaupun demikian, telah nyata bahwa manusia tak dapat hidup selamanya, peristiwa pun datang dan pergi hanya sekali, sementara waktu tak dapat berputar kembali. Hanya tempat yang bertahan menjadi saksi bagi sejarah. Hanya tempat yang tetap tinggal dan dijadikan wadah persinggahan waktu. Ketika sejarah tidak lagi memiliki makna di hati sebuah bangsa, seperti diungkapkan baris-baris puisi di atas, maka yang tersisa dari suatu tempat (place) hanyalah ruang (space) yang tidak lagi punya makna.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Lalu, apakah peran arsitektur bagi sebuah sejarah? Arsitektur hadir sebagai bagian dari tempat, sebagai salah satu unsur pembentuk sejarah. Arsitektur merupakan penanda yang memberikan identitas bagi sebuah tempat. Ia lantas memiliki peran yang signifikan bagi keberlanjutan sejarah dalam memori generasi berikutnya. Kecuali sebuah bangsa telah kehilangan penghargaannya terhadap sejarah, arsitektur dari masa lalu semestinya tetap dapat memberikan pelajaran berharga bagi bangsa itu di episode-episode generasi selanjutnya.</font></p>
<p><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/artkhu2.jpg" border="0" height="235" width="350" /><font face="Arial" size="2"><br />
<i>Dokumentasi arsitektur kolonial di Malang di masa lalu</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><b><font color="#008000">       Arsitektur Kolonial, Perlukah Dipertahankan? </font></b><br />
Jika uraian singkat di atas kita hubungkan dengan fenomena perubahan besar-besaran pada wajah kota di Indonesia, maka sekilas akan dapat kita tarik kesimpulan sepihak: Bangsa ini tampaknya makin kehilangan penghargaannya terhadap sejarah. Kesimpulan ini mungkin masih bersifat sangat subyektif. Walaupun begitu, ia tetap dapat dijadikan bahan refleksi berharga bagi setiap usaha untuk menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang besar, bukan semata-mata dalam jumlah penduduknya, namun lebih pada kualitas kepribadiannya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><i><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/107B.JPG" border="0" height="217" width="350" /><br />
Pasar besar Malang, bangunan tua kolonial</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><i><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/107A.JPG" border="0" height="216" width="350" /><br />
Yang telah digantikan wajah baru arsitektur modern</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Arsitektur kolonial, sebutan singkat untuk langgam arsitektur yang berkembang selama masa pendudukan Belanda di tanah air, merupakan salah satu bagian wajah kota yang kian tercarut oleh keadaan ini. Salah satu contoh; di kota Malang, usaha-usaha peremajaan kota yang hanya mempertimbangkan faktor ekonomi dan bisnis telah mengorbankan banyak pertimbangan lainnya, di antaranya faktor kesejarahan. Meskipun demikian, masih dapat kita lihat sisa-sisa peninggalan arsitektur kolonial yang berdiri dengan tegar, walaupun sebagian besar berada dalam kondisi seadanya dan kurang terurus. </font></p>
<p><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/106D.JPG" border="0" height="175" width="350" /></p>
<p><font face="Arial" size="2"><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/114D.JPG" border="0" height="149" width="350" /><br />
<i>Dokumentasi arsitektur kolonial di Malang di masa lalu</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Diakui atau tidak, masa kolonial Belanda sedikit banyak telah memberi pengaruh positif dalam perkembangan arsitektur kota ini. Dibandingkan dengan arsitektur tahun 90-an, jejak-jejak arsitektur kolonial terasa lebih banyak memberikan warna yang khas bagi kota Malang hingga saat ini. Karakteristiknya yang kuat menjadikan arsitektur kolonial sebagai langgam yang sangat dikenal, bahkan oleh orang-orang yang lahir jauh setelah masa kemerdekaan.</font></p>
<p><font color="#000000" face="Arial" size="2"><i><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/98B.JPG" border="0" height="149" width="350" /><br />
Sebuah bangunan indah karya arsitek Belanda di Malang, yang digunakan sebagai tempat berkumpul para bangsawan       Belanda.</i></font></p>
<p><i><font color="#000000" face="Arial" size="2"><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/98A.JPG" border="0" height="216" width="350" /><br />
Digantikan oleh arsitektur modern &#8220;kamar mandi&#8221; (karena             berlapis keramik putih dan merah seperti kamar mandi), sekarang             telah berubah wajah sekali lagi, menjadi &#8216;arsitektur Mall&#8217;</font></i><font face="Arial" size="2"></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dalam wacana arsitektur, langgam arsitektur ini bukannya sama sekali terbebas dari kontroversi. Beragam pertanyaan dan pernyataan mengenai perlu tidaknya mempertahankan bangunan-bangunan yang notabene merupakan peninggalan para penjajah kerap kali muncul di dalam forum-forum diskusi. Sebagian pihak mempertanyakan hal ini dengan semangat nasionalisme yang tinggi, namun sebagian lainnya tampaknya lebih memanfaatkan wacana ini sebagai kedok yang sempurna bagi kepentingan pribadi dan keuntungan ekonomi mereka.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Terlepas dari berbagai wacana di atas, sudut pandang keilmuan arsitektur dengan segala pertimbangan komposisi, estetika, proporsi dan sebagainya, tampaknya bersepakat akan tingginya ’nilai arsitektural’ bangunan-bangunan kolonial ini. Diakui ataupun tidak, kekuatan karakteristik yang ditampilkan oleh obyek-obyek arsitektur kolonial itu memang telah benar-benar mempercantik wajah kota kita. Kenyataan ini mestinya dapat menggugah usaha kita untuk tetap mempertahankannya. Jika tidak, mungkin inilah saatnya membuktikan kebenaran pepatah yang mengatakan bahwa sesuatu yang benar-benar indah akan dapat bertahan dengan sendirinya. Thus the real beauty will last after all…</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">***</font></td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=15&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/arsitektur-dan-perjalanan-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/artkhu1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/artkhu2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/107B.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/107A.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/106D.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/114D.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/98B.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/londo/98A.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Unsur air dalam hunian rumah tinggal</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/unsur-air-dalam-hunian-rumah-tinggal/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/unsur-air-dalam-hunian-rumah-tinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 01:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/unsur-air-dalam-hunian-rumah-tinggal/</guid>
		<description><![CDATA[Air adalah unsur kehidupan terpenting dalam       hidup kita, dimana kita membutuhkan sejumlah cairan dalam tubuh agar       metabolisme tetap terjaga dengan baik. Air juga unsur alam yang dapat       menunjukkan tingkat sehat tidaknya sebuah area kehidupan manusia, misalnya  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=14&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Arial" size="2">Air adalah unsur kehidupan terpenting dalam       hidup kita, dimana kita membutuhkan sejumlah cairan dalam tubuh agar       metabolisme tetap terjaga dengan baik. Air juga unsur alam yang dapat       menunjukkan tingkat sehat tidaknya sebuah area kehidupan manusia, misalnya       air sungai, mata air, air minum dan sebagainya. Pendek kata, air adalah       bagian dalam hidup yang tidak remeh.</font></p>
<p><img src="http://www.geocities.com/designastudio4/100_3143a.jpg" border="0" height="251" width="350" /><font face="Arial" size="2"><i><br />
Dalam hunian yang memadai, kolam renang dapat menjadi area pusat aktivitas       kesehatan seperti berolahraga bagi seluruh keluarga. (foto: dok. astudio)</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dalam desain sebuah hunian, air dapat       menjadi penyegar yang menyehatkan lingkungan, serta dapat digunakan       sebagai penunjang kebutuhan kesehatan dan rekreasi, misalnya menggunakan       air dalam kolam renang sehingga kita bisa berolahraga, membuat kolam ikan       yang segar, membuat air terjun buatan sehingga terdengar gemericik yang       menyenangkan, dan sebagainya. Hal ini karena air adalah kebutuhan manusia       yang sebenarnya sangat mendasar, yaitu hubungan dengan alam. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Menghadirkan air dalam hunian dapat       dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan membuat kolam renang,       kolam ikan, pancuran, air terjun dan sebagainya. Pada saat ini berbagai       macam kolam dengan berbagai tujuan dapat dibangun dengan semakin mudah,       karena jasa pembuatan kolam dan taman sudah semakin menjamur.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Bila kita tidak memiliki lahan yang cukup       atau dana cukup untuk membuat kolam renang, kita dapat menghadirkan unsur       air dalam kolam ikan, atau pancuran sederhana. Hal ini dapat kita       konsultasikan dengan pembuat taman atau kontraktor taman. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Kolam ikan relatif mudah untuk dibuat, dan       membuatnya tidak memerlukan waktu lama. Bila diinginkan, pada lahan yang       masih kosong dalam area rumah kita bisa digunakan untuk kolam ikan. Kolam       ikan bisa membawa suasana refreshing dalam rumah kita, misalnya bila kita       melihat ikan-ikan berenang di kolam ikan, adakalanya perasaan kita semakin       tenang dan sejuk, sehingga hal ini bisa menjadi terapi yang menyegarkan       dalam rumah. </font></p>
<p><img src="http://www.geocities.com/designastudio4/HPIM2731.JPG" border="0" height="478" width="350" /><font face="Arial" size="2"><i><br />
Gemericik air yang turun menuju kolam, menimbulkan suasana alami pedesaan       ang menyegarkan. Betapa hebatnya bila dihadirkan dalam hunian Anda. (foto:       dok astudio)</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Kolam ikan juga dapat membuat tamu merasa       lebih betah, apalagi bila dipadukan dengan suara gemericik air kolam, wah       sepertinya tamu mungkin akan semakin betah. Seorang klien astudio       mengatakan bahwa ia ingin menghadirkan kolam didekat ruang tamu sehingga       tamu dapat memandang kolam ini dan merasa nyaman didalam ruang tamu.       Tampaknya hal ini cukup berhasil. </font></p>
<p><img src="http://www.geocities.com/designastudio4/DSC02272.jpg" border="0" height="466" width="350" /><font face="Arial" size="2"><i><br />
Bahkan cara termudah untuk menghadirkan unsur air juga bisa dilakukan       secara sederhana seperti contoh ini, yaitu gentong dan wadah air yang       menimbulkan suara gemericik menyegarkan di area rumah ini. (foto: dok.       astudio)</i></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pancuran sederhana dapat dihadirkan agar       unsur air membuat bunyi dan musik alami yang segar dan membuat kita       nyaman. Bayangkan bila kita sedang tiduran di sebuah bale taman dan       terdapat bunyi gemericik air, sangat refreshing bukan! </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"> *** astudio.id.or.id<br />
</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=14&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/unsur-air-dalam-hunian-rumah-tinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio4/100_3143a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio4/HPIM2731.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio4/DSC02272.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Batuan ekspos untuk gaya rumah Minimalis</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/batuan-ekspos-untuk-gaya-rumah-minimalis/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/batuan-ekspos-untuk-gaya-rumah-minimalis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 00:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/batuan-ekspos-untuk-gaya-rumah-minimalis/</guid>
		<description><![CDATA[Gaya rumah minimalis, yang sedang       digandrungi saat ini, adalah termasuk gaya modern saduran dari luar negeri.       Namun ternyata, di Indonesia kita sering mendapati gaya minimalis       dipadukan dengan unsur-unsur &#8216;lokal&#8217;, seperti misalnya batuan ekspos. Yang    [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=13&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Arial" size="2">Gaya rumah minimalis, yang sedang       digandrungi saat ini, adalah termasuk gaya modern saduran dari luar negeri.       Namun ternyata, di Indonesia kita sering mendapati gaya minimalis       dipadukan dengan unsur-unsur &#8216;lokal&#8217;, seperti misalnya batuan ekspos. Yang       dimaksud batuan ekspos adalah susunan batuan yang sengaja diperlihatkan       melalui tampilan bangunan, misalnya batuan yang dipotong tipis-tipis dan       ditata pada permukaan dinding bangunan. Umumnya batuan ekspos digunakan       pada bagian eksterior bangunan (luar), meskipun banyak juga orang yang       menyukai unsur batuan ini hadir didalam interior rumah. Banyak orang       menyukai ide menggunakan batuan ekspos karena membuat rumah terasa lebih &#8216;dingin&#8217;,       sejuk dan dekat dengan alam </font></p>
<p><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/baru/100_4626a.jpg" border="0" height="505" width="350" /></p>
<p><font face="Arial" size="2">Memandang batuan seperti ini, memang       mengingatkan kita pada kesan alami dari alam yang sesungguhnya. Tak heran,       karena batuan banyak ditemukan di sungai, tebing, pegunungan, sekitar air       terjun, dan tempat-tempat alami lainnya. Ternyata, yang alami ini bisa       juga dipadukan dengan unsur-unsur modern seperti kaca, tembok biasa dan       bahan alami lain, seperti kayu. Tampilannya yang bersahaja, sekaligus       memiliki karakter kuat, turut memberikan tampilan unik pada rumah tinggal       maupun bangunan lainnya.  </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><img src="http://www.geocities.com/designastudio7/baru/100_4615a.jpg" border="0" height="462" width="350" /></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Khusus untuk desain rumah minimalis,       terdapat beberapa pilihan batuan yang sering digunakan, antara lain batu       andesit dan batu candi. Keduanya memiliki tekstur dan tampilan yang hampir       sama, hanya saja batu andesit lebih kuat dan padat daripada batu candi,       selain itu lebih mampu menahan tumbuhnya lumut. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Cara memasang batuan ini biasanya dipilih       susunan yang segaris, untuk mendukung gaya minimalis yang digunakan.       Tampilan bergaris-garis ini membentuk susunan seperti susunan bata.       Adakalanya susunan batuan ekspos ini cukup inovatif, seperti susunan tidak       rata, berselang-seling, dan sebagainya. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"> <img src="http://www.geocities.com/designastudio7/baru/brickpatio_patterns.jpg" border="0" /><br />
sumber gambar: http://images.lowes.com/general/b/brickpatio_patterns.jpg</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Untuk memasang batuan ekspos ini pada rumah       bergaya minimalis, sebaiknya kita memperhatikan jenis batu yang digunakan.       Karena &#8216;gaya minimalis&#8217; cukup banyak menggunakan warna-warna netral, maka       warna batuan yang abu-abu cenderung hitam cukup sesuai dengan gaya ini.       Batuan lain seperti batu paras dan palimanan, cukup sesuai digunakan untuk       gaya arsitektur Mediterania, klasik atau etnik. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Jangan lupa memilih tukang yang       berpengalaman untuk memasang batuan ekspos ini, karena pekerjaan ini       menuntut keahlian dan ketelitian dalam memasangnya. Setelah dipasang,       batuan ini bisa diberi coating, lapisan agar tampilan batuan lebih bagus       dan mudah dibersihkan. Coating juga membuat batuan lebih tahan lumut.       Pilihan coating yang tersedia adalah glossy (mengkilap), atau dove (buram).       Perbedaan kilap atau buram ini terlihat dari kesan permukaan batuan yang       cenderung memantulkan cahaya atau tidak. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">***</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">(Probo Hindarto)</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=13&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/27/batuan-ekspos-untuk-gaya-rumah-minimalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/baru/100_4626a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/baru/100_4615a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/designastudio7/baru/brickpatio_patterns.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa perlu arsitek?</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/26/mengapa-perlu-arsitek/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/26/mengapa-perlu-arsitek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 08:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Rumah yang akan kita bangun adalah rumah       yang mungkin akan kita tinggali untuk waktu yang relatif lama. Bila kita       membangun rumah, biasanya kita membangun untuk kepentingan keluarga dan       masa depan. Rumah perlu didesain dengan baik agar sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=11&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fitriono.files.wordpress.com/2008/02/pencil.jpg" title="pencil.jpg"><img src="http://fitriono.files.wordpress.com/2008/02/pencil.thumbnail.jpg" alt="pencil.jpg" /></a><font face="Arial" size="2">Rumah yang akan kita bangun adalah rumah       yang mungkin akan kita tinggali untuk waktu yang relatif lama. Bila kita       membangun rumah, biasanya kita membangun untuk kepentingan keluarga dan       masa depan. Rumah perlu didesain dengan baik agar sesuai dengan gaya hidup       dan kepentingan kita sebagai pemiliknya. Adakalanya, seseorang telah       memiliki tanah dan berniat untuk membangun. Jasa arsitek dibutuhkan dalam       hal ini.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Arsitek dapat membantu kita merencanakan       segala detail yang ada dalam rumah yang akan dibangun. Misalnya;       detail-detail keindahan dalam ruang-ruang, tampilan rumah yang menawan,       perletakan ruang-ruang yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan kita       sehari-hari. Biaya untuk menyewa jasa arsitek juga merupakan pertimbangan,       dan biasanya biaya tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan seorang       arsitek pada kemampuannya, atau pada standar tarif yang berlaku secara       umum dalam wilayah arsitek tersebut. Sebaiknya jangan mudah percaya pada       arsitek yang memberikan harga terlalu murah, atau bahkan gratis, karena       hasil desain sama sekali tidak ada jaminan. Fee seorang arsitek bisa jadi       menunjukkan kualitas arsitek tersebut. Sesuaikan pula dengan budget Anda,       dan sebaiknya Anda mengetahui hasil karya arsitek tersebut sebelumnya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Seseorang bisa saja membuat denah,       perkiraan tampilan dan sebagainya, kemudian menyerahkannya kepada tukang.       Pertanyaannya adalah; apakah banyak segi pertimbangan dalam merencanakan       desain rumah telah terpenuhi? Hal-hal yang menjadi pertimbangan antara       lain; estetika dan keindahan desain rumah, struktur konstruksi yang       terencana, perletakan ruang-ruang secara tepat dan fungsional. Para       arsitek telah mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keahlian yang       dibutuhkan dalam profesinya, antara lain kemampuan menggubah komposisi       bangunan agar indah, memperhatikan faktor kesehatan bangunan sehingga       penghuninya tidak dirugikan dengan desain yang merusak kesehatan. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Namun, tidak sembarang arsitek dapat       memenuhi kebutuhan Anda, karena arsitek yang baik adalah arsitek dengan       pengalaman mendesain dan pengalaman lapangan yang baik. Sebenarnya, ketika       ingin menggunakan jasa arsitek, tanyakanlah dulu kepada arsitek tersebut       proyek apa saja yang telah dijalankannya, dan biarkanlah arsitek tersebut       memberikan penjelasan tentang bagaimana prinsip proses desain yang biasa       dilakukannya. Sebaiknya kita memilih arsitek yang perhatian dan mampu       menerima aspirasi kita, kemudian menjadikannya dasar perencanaan rumah       tinggal kita. Tanyakanlah pula pada arsitek tersebut, ide apakah yang       terlintas dalam benaknya dalam proses desain tersebut, dan adakalanya       arsitek akan muncul dengan ide-ide menarik yang tidak kita duga sebelumnya. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Arsitek yang baik akan memperhatikan       kebutuhan ruang yang kita inginkan, budget yang kita miliki, dan       berkehendak untuk memberikan desain yang terbaik yang dapat diberikannya.       Kadangkala, bahkan meskipun kita telah menyewa jasa arsitek yang terkenal       dan cukup banyak pula hasil desain yang dimilikinya, hasil desain tersebut       belum dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan kita akan sebuah rumah       tinggal yang ideal. Dalam hal ini, kita perlu melihat pada contoh-contoh       desain yang dimilikinya dan pada saat berbicara dengan arsitek tersebut,       kita dapat memperkirakan apakah cukup baik menyewa jasanya, apakah arsitek       tersebut tidak terlalu sibuk sehingga desain kita terbengkalai, dan       sebagainya. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dalam proses desain, yang terjadi adalah       sebuah tarik-menarik antara berbagai faktor dalam proses merancang       tersebut, antara lain keinginan klien, faktor ekonomi, sosial, budaya       setempat, serta keinginan dan ide arsitek tersebut. Dalam proses desain       yang kita lakukan bersama arsitek, hal-hal tersebut perlu diperhatikan       dengan seksama. Bila keinginan kita terlalu mendominasi, akibatnya desain       arsitek mungkin tidak kreatif dan jasa arsitek tersebut kurang efisien       karena tertekan dengan keinginan kita. Bila arsitek terlalu mendominasi,       hasil desain mungkin hanya sebagai eksperimen arsitek yang ambisius dan       tidak sesuai dengan klien dan lingkungan. Faktor-faktor lain seperti       ekonomi (budget), keadaan lingkungan dan budaya dalam lingkungan setempat       juga patut untuk diperhatikan.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sehingga, adanya dialog dan proses dalam       desain adalah hal yang musti ada, sehingga terjalin hubungan baik antara       kita dan arsitek, dan kemudian desain yang baik diharapkan lahir. Selamat       mencari arsitek</font></p>
<p><i>astudio.id.or.id</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=11&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/02/26/mengapa-perlu-arsitek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fitriono.files.wordpress.com/2008/02/pencil.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pencil.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Traditional Stone Bridge</title>
		<link>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/31/traditional-stone-bridge/</link>
		<comments>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/31/traditional-stone-bridge/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 03:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitriono.wordpress.com/2008/01/31/traditional-stone-bridge/</guid>
		<description><![CDATA[

This is a picture of a bridge in Andros. The drawing, made in 1840, is of a British traveler. Even though he presumed that the bridge was
constructed by the Franks, it seems to be much older, of the 17th century.
The dimensions of the arc are:
Opening: 8,90 m.
Maximum Height: 6 m.
Width: 1.34-1.40 m.
Width of piers:  2.32-2.35 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=7&subd=fitriono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="itemtext">
<div class="snap_preview"><a href="http://moslemengineer.files.wordpress.com/2007/11/andbr1.jpg" title="andbr1.jpg"><img src="http://moslemengineer.files.wordpress.com/2007/11/andbr1.jpg" alt="andbr1.jpg" /></a></p>
<p><span class="text"><b><font color="#000000" face="Verdana" size="2"><span style="font-size:12px;line-height:16px;">This is a picture of a bridge in Andros. The drawing, made in 1840, is of a British traveler. Even though he presumed that the bridge was</span></font></b></span></p>
<p><b><font color="#000000" face="Verdana" size="2">constructed by the Franks, it seems to be much older, of the 17th century.</font></b></p>
<p><b><u><font color="#000000" face="Verdana" size="2"><span style="font-size:12px;line-height:16px;">The dimensions of the arc are:</span></font></u></b></p>
<p><b><font color="#000000" face="Verdana" size="2"><span style="font-size:12px;line-height:16px;">Opening: 8,90 m.</span></font></b></p>
<p><b><font color="#000000" face="Verdana" size="2">Maximum Height: 6 m.</font></b></p>
<p><b><font color="#000000" face="Verdana" size="2">Width: 1.34-1.40 m.</font></b></p>
<p><b><font color="#000000" face="Verdana" size="2">Width of piers:  2.32-2.35 m.</font></b></p>
<p>www.thestructuralengineer.info</p></div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitriono.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitriono.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitriono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitriono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitriono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitriono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitriono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitriono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitriono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitriono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitriono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitriono.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitriono.wordpress.com&blog=2560034&post=7&subd=fitriono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitriono.wordpress.com/2008/01/31/traditional-stone-bridge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/145b8731074f4a86fae06174872f824a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teguh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moslemengineer.files.wordpress.com/2007/11/andbr1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andbr1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>